Serangan jantung dan stroke adalah dua jenis penyakit yang mematikan. Penyebab kedua penyakit ini adalah gangguan peredaran darah atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan sebutan penyakit Vascular Aterosklerotik.
Ada dua penyebab serangan jantung dan stroke, yaitu Aterosklerosis dan Trombosis
Aterosklerosis adalah proses penyempitan pembuluh darah karena penimbunan lemak pada diding pembuluh darah. Kadar lemak dalam darah abnormal ditandai dengan kadar cholesterol total, cholesterol LDL, trigliserida, Apo B dan Lp(a) dalam darah yang tinggi serta kadar cholesterol HDL dalam darah yang rendah, merupakan pangkal mula terjadinya aterosklerosis.
Trombosis terjadi karena plak aterosklerosis yang banyak mengandung lemak, bersifat rapuh. Plak dapat rontok bila aliran darah mengalir deras karena tekanan darah tinggi atau bila pembuluh darah mengerut karena stress. Rontokan plak akan terbawa aliran darah dan bila sampai pembuluh darah yang kecil, misalnya otak, dapat menyebabkan penyumbatan yang akhirnya menyebabkan stroke.
Plak yang rontok dapat meninggalkan luka pada dinding pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan. Untuk menghentikan proses pendarahan, fibrinogen (salah satu faktor yang berperan dalam proses pembekuan darah) diubah menjadi benang-benang fibrin sehingga terbentuk bekuan darah yang menutupi luka tersebut. Timbunan bekuan darah akan semakin mempersempit bahkan menymbat aliran darah. Bila hal ini terjadi pada pembuluh darah koroner maka akan terjadi penyakit jantung koroner atau serangan jantung.
Faktor resiko lainnya sebagai penyebab serangan jantung dan stroke adalah sindroma resistensi insulin yang ditandai kadar glukosa darah dan insulin yang tinggi, sindroma anti fosfolipid yang ditandai dengan kadar ACA IgA yang tinggi, hyperhomocysteinemia dan proses peradangan yang sifatnya kronik dan sub klinik.
sumber: yayasan jantung Indonesia
Senin, 09 Februari 2009
Kamis, 05 Februari 2009
Gigi Tanggal Sangat Berpengaruh Terhadap Terjadinya Sakit Jantung
Gigi Anda pernah tanggal ???? Awas Bisa kena penyakit jantung...
Benarkah peryanaan di atas....
American Journal of Preventive Medicine, pada Desember 2005...Para ahli melaporkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara tanggalnya gigi dengan terjadinya penyakit jantung !!!
Hasil penelitian yang dilakukan Catherine Okoro, ahli epidemiologi dari Division of Adult and Community Health at The Center for Disease Control and Prevention, mengatakan penyakit jantung dialami oleh 4,7% mereka yang giginya tidak tanggal, 5,7% dialami oleh mereka yang memiliki gigi tanggal sebanyak 1 sampai 5 gigi, 7,5% dialami oelh mereka yang mengalami gigi tanggal sebanyak 6 sampai 31 gigi, dan 8,5% dialamu oleh mereka yang sudah tidak memiliki gigi.
Okoro menyatakan bahwa, penemuan ini muncul setelah para ahli menilai jenis kelamin, ras dan etnik, pendidikan, status perkawinan, diabetes, status merokok, peminum alkohol, penderita hipertensi, tingginya kadar kolesterol dan kadar body mass index. Para ahli menganalisa data sebanyak 41.891 responden pada tahun 1999-2002 yang berusia 40 sampai 79 tahun dan berasal dari 22 negara dan daerah Columbia.
Mereka mencatat hasil yang didapat dari studi tersebut, dimana menunjukkan suat hubungan antara penyakit periodontal dan tanggalnya gigi, dengan meningkatnya resiko serangan jantung.
Akan tetapi mereka mengatakan bahwa dalam penelitian ini tidak disebutkan hubungan antara kondisi mulut dengan penyakit jantung.
Okoro menegaskan bahwa hubungan antara tanggal gigi dan penyakit jantung juga harus dipertimbangkan dengan status merokok atau tidak, karena diketahui bahwa merokok berperan peting terhadap tanggalnya gigi dan terjadinya penyakit jantung. Meskipun begitu, saat dilakukan penelitian berdasarkan kelompok usia dan status merokok, didapatkan hubungan yang erat antara tanggalnya gigi dan penyakit jantung terhadap responden yang berusia 40 sampai dengan 59 tahun dan tidak merokok.
Okoro mengatakan bahwa hubungan antara tanggal gigi dan penyakit jantung sebaiknya dipublikasikan dalam kesehatan masyarakat, sebab terjadinya keadaan ini dapat terjadi pada seluruh populasi. Penting untuk konseling tentang masalah peningkatan kesehatan jantung, mencegah dan mengontrol faktor resiko penyakit jantung dan memelihara dengan baik kesehatan mulut.
Benarkah peryanaan di atas....
American Journal of Preventive Medicine, pada Desember 2005...Para ahli melaporkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara tanggalnya gigi dengan terjadinya penyakit jantung !!!
Hasil penelitian yang dilakukan Catherine Okoro, ahli epidemiologi dari Division of Adult and Community Health at The Center for Disease Control and Prevention, mengatakan penyakit jantung dialami oleh 4,7% mereka yang giginya tidak tanggal, 5,7% dialami oleh mereka yang memiliki gigi tanggal sebanyak 1 sampai 5 gigi, 7,5% dialami oelh mereka yang mengalami gigi tanggal sebanyak 6 sampai 31 gigi, dan 8,5% dialamu oleh mereka yang sudah tidak memiliki gigi.
Okoro menyatakan bahwa, penemuan ini muncul setelah para ahli menilai jenis kelamin, ras dan etnik, pendidikan, status perkawinan, diabetes, status merokok, peminum alkohol, penderita hipertensi, tingginya kadar kolesterol dan kadar body mass index. Para ahli menganalisa data sebanyak 41.891 responden pada tahun 1999-2002 yang berusia 40 sampai 79 tahun dan berasal dari 22 negara dan daerah Columbia.
Mereka mencatat hasil yang didapat dari studi tersebut, dimana menunjukkan suat hubungan antara penyakit periodontal dan tanggalnya gigi, dengan meningkatnya resiko serangan jantung.
Akan tetapi mereka mengatakan bahwa dalam penelitian ini tidak disebutkan hubungan antara kondisi mulut dengan penyakit jantung.
Okoro menegaskan bahwa hubungan antara tanggal gigi dan penyakit jantung juga harus dipertimbangkan dengan status merokok atau tidak, karena diketahui bahwa merokok berperan peting terhadap tanggalnya gigi dan terjadinya penyakit jantung. Meskipun begitu, saat dilakukan penelitian berdasarkan kelompok usia dan status merokok, didapatkan hubungan yang erat antara tanggalnya gigi dan penyakit jantung terhadap responden yang berusia 40 sampai dengan 59 tahun dan tidak merokok.
Okoro mengatakan bahwa hubungan antara tanggal gigi dan penyakit jantung sebaiknya dipublikasikan dalam kesehatan masyarakat, sebab terjadinya keadaan ini dapat terjadi pada seluruh populasi. Penting untuk konseling tentang masalah peningkatan kesehatan jantung, mencegah dan mengontrol faktor resiko penyakit jantung dan memelihara dengan baik kesehatan mulut.
Langganan:
Postingan (Atom)
